Showing posts with label profile. Show all posts
Showing posts with label profile. Show all posts
Xavier Thibault du Noir
Nama: Xavier Thibault du Noir (Xavier: Derived from the Basque place name Etxaberri meaning "the new house"; Thibault: French form of Theobald, Derived from the Germanic elements þeud "people" and bald "bold")
Posisi di keluarga: Ayah; Kepala Keluarga du Noir
Status Darah: Pureblood
Suku Bangsa: Perancis
Sifat dan Latar Belakang:
Perencana ulung, spekulan sejati yang selalu mempertimbangkan segala faktor dalam berbisnis. Saham dan aset keluarganya tersebar di hampir setengah daratan Perancis. Berprinsip kalau Muggle harus bertekuk lutut di bawah kaki penyihir, termasuk dalam bidang perekonomian. Oleh karena itu, Xavier berambisi menyebarluaskan kekuatannya dan para penyihir lain dalam Pasar Muggle. Segala tindak tanduknya terencana, sudah memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang dia inginkan dan apa yang harus dia lakukan demi mendapatkannya. Sayang, hal ini berdampak pada terlibatnya anak dan istrinya dalam semua rencana besarnya. Xavier menggunakan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia mau, meski itu harus mengorbankan keluarganya. Istri dan ketiga anaknya diwajibkan menuruti segala perintah, pola dan rencana yang sudah dibuat Xavier.
Mendadak sakit parah di penghujung Desember 1979. Seluruh bisnisnya di Perancis sementara dikelola oleh Jean-Baptiste du Noir, sementara Rigel menjadi wakilnya untuk perusahaan-perusahaan di Inggris.
Nama: Eléonore Margaux Grimaldi du Noir (Eléonore: French form of Eleanor, from the Old French form of the Provençal name Aliénor; Margaux: variant from Margaret, Derived from Latin Margarita, which was from Greek μαργαριτης (margarites) meaning "pearl"; Grimaldi: maiden name of Eléonore)
Posisi di Keluarga: Ibu
Status Darah: Pureblood
Suku Bangsa: Perancis
Sifat dan Latar Belakang:
Mewarisi darah bangsawan penyihir pureblood dari keluarganya —meski tingkatannya di bawah tingkatan keluarga bangsawan du Noir, sehingga sekarang dia memakai nama keluarga du Noir— Eléonore seorang wanita cantik, anggun, kharismatik, dan tahu bagaimana cara seorang wanita bangsawan bersikap kala berada di depan umum. Tak pernah menyesali menikah dengan Xavier meski nampaknya pria itu hanya memanfaatkannya saja demi kepentingannya sendiri, karena yakin di lubuk hati Xavier, masih tersisa cinta untuknya. Pemikirannya tentang Muggle-lah satu-satunya yang tak bisa cocok dengan Xavier. Menurutnya, Muggle adalah makhluk yang harus dihindari sejauh-jauhnya, dan mengurangi kontak sesedikit mungkin. Muggle bagaikan sebutir kotoran di gaun indahnya. Di luar kebenciannya terhadap Muggle, Eléonore adalah ibu yang baik. Sangat memperhatikan kebahagiaan ketiga anaknya, dan tak pernah sekalipun terlihat meneteskan air mata di depan mereka.
Nama: Comtess Callista Dorian Grimaldi Noir du Roze (Callista: Feminine form of Callistus, Late Latin name which was derived from Greek καλλιστος (kallistos) "most beautiful"; Dorian: from the name of the ancient Greek tribe the Dorians)
Posisi di Keluarga: Anak perempuan pertama
Status Darah: Pureblood
Suku Bangsa: Perancis
Marital Status: Menikah dengan Comte Alphonse du Roze
Sifat dan latar Belakang:
Seluruh hidupnya diabadikan untuk menjaga Clémence (lebih jauh alasan kenapa Clémence amat membutuhkan penjagaan Callista, lihat latar belakang Clémence). Lugas, pemberani, benci berbohong. Gadis bangsawan terpelajar, namun jangan sepelekan kekuatannya. Menghajar siapa saja yang berani mengganggu Clémence, mengatakan sesuatu yang kira-kira akan menyakiti perasaannya. Membenci ayahnya karena semua peraturan dan rencananya tak jarang menyakiti perasaan Clémence. Juga membenci Muggle, yang menurutnya telah membuat ayahnya menjadi ambisius. Masih menganggap Rigel adik kecil yang imut, dan ini selalu membuat Rigel kesal setengah mati. Sebenarnya, dalam lubuk hati Rigel yang terdalam, dia tidak tega melihat Callista mengorbankan kehidupannya seperti itu. Rigel rela melakukan apa saja demi kebahagiaan Callista.
Menikah dengan Comte Alphonse du Roze sejak Agustus 1980 dan pindah ke Château du Roze.
Nama: Clémence Mignonette Grimaldi du Noir (Clémence: French feminine form of Clementius, which meant "merciful, gentle"; Mignonette: means "little cute one")
Posisi di Keluarga: Anak perempuan kedua
Status Darah: Pureblood
Suku Bangsa: Perancis
Marital Status: Bertunangan dengan Maximillian Morcerf
Sifat dan Latar Belakang:
Putri bangsawan yang sempurna, mungkin itu yang pertama kali terlintas saat melihat Clémence. Anggun, cantik, memesona, gerak geriknya lembut, penuh tata krama. Tak heran semua murid laki-laki di Beauxbatons mengejarnya. Sayang, tidak diiringi dengan kondisi fisik dan mental yang sehat. Tubuh Clémence sangat lemah dan gampang sakit. Bahkan dia tidak bisa tinggal terlalu lama di Inggris karena udara Inggris yang penuh polusi berakibat buruk pada kesehatan paru-parunya. Selain itu, mental Clémence amat labil. Sering histeris berlebihan, sensitif, dan perasaannya mudah terluka. Sudah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri karena tertekan dengan segala kewajiban yang dibebankan padanya oleh sang ayah, membuat sang ayah memandang Clémence dengan sebelah mata dan tidak menganggapnya ada.
Bertunangan dengan Hector Beauregarde pada November 1978. Clémence tidak menginginkan pertunangan tersebut karena tahu Hector bukanlah pria baik-baik, namun tak kuasa menolak perintah ayahnya. Januari 1979 Hector terjerat skandal berat yang mempertaruhkan seluruh aset yang dimilikinya. Februari 1979, pertunangan mereka dibatalkan. Clémence kembali bertunangan dengan Maximillian Morcerf pada Agustus 1979.
Nama: Jean-Baptiste du Noir (Jean-Baptiste: Combination of Jean, French form of Jehan, the Old French form of Iohannes, meaning "Yahweh is gracious"; and Baptiste, means "baptist" in French, originally deriving from Greek βαπτω (bapto) "to dip")
Posisi di Keluarga: Adik Xavier, anak kedua dari dua bersaudara.
Status Darah: Pureblood
Suku Bangsa: Perancis
Marital Status: Menikah
Nama: Esther Synnöve (Hildegard) du Noir (Esther: means "star" in Persian; Synnöve: Sweddish form of the Old English name Sunngifu, which meant "sun gift" from the Old English elements sunne "sun" and giefu "gift")
Posisi di Keluarga: Istri dari Jean-Baptiste du Noir
Status Darah: Pureblood
Suku Bangsa: Swedia
Marital Status: Menikah dengan Jean-Baptiste du Noir
Nama: Coraline Ronja du Noir (Coraline: From the English word coral for the underwater skeletal deposits which can form reefs. It is ultimately derived (via Old French and Latin) from Greek κοραλλιον (korallion); Ronja: based on the middle portion of Juronjaure, the name of a lake in Sweden)
Tanggal Lahir: 7 April 1970
Posisi di Keluarga: Putri tunggal Jean-Baptiste
Status Darah: Pureblood
Suku Bangsa: Perancis-Swedia
Posisi di keluarga: Ayah; Kepala Keluarga du Noir
Status Darah: Pureblood
Suku Bangsa: Perancis
Sifat dan Latar Belakang:
Perencana ulung, spekulan sejati yang selalu mempertimbangkan segala faktor dalam berbisnis. Saham dan aset keluarganya tersebar di hampir setengah daratan Perancis. Berprinsip kalau Muggle harus bertekuk lutut di bawah kaki penyihir, termasuk dalam bidang perekonomian. Oleh karena itu, Xavier berambisi menyebarluaskan kekuatannya dan para penyihir lain dalam Pasar Muggle. Segala tindak tanduknya terencana, sudah memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang dia inginkan dan apa yang harus dia lakukan demi mendapatkannya. Sayang, hal ini berdampak pada terlibatnya anak dan istrinya dalam semua rencana besarnya. Xavier menggunakan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia mau, meski itu harus mengorbankan keluarganya. Istri dan ketiga anaknya diwajibkan menuruti segala perintah, pola dan rencana yang sudah dibuat Xavier.
Mendadak sakit parah di penghujung Desember 1979. Seluruh bisnisnya di Perancis sementara dikelola oleh Jean-Baptiste du Noir, sementara Rigel menjadi wakilnya untuk perusahaan-perusahaan di Inggris.
Eléonore Margaux Grimaldi du Noir
Nama: Eléonore Margaux Grimaldi du Noir (Eléonore: French form of Eleanor, from the Old French form of the Provençal name Aliénor; Margaux: variant from Margaret, Derived from Latin Margarita, which was from Greek μαργαριτης (margarites) meaning "pearl"; Grimaldi: maiden name of Eléonore)
Posisi di Keluarga: Ibu
Status Darah: Pureblood
Suku Bangsa: Perancis
Sifat dan Latar Belakang:
Mewarisi darah bangsawan penyihir pureblood dari keluarganya —meski tingkatannya di bawah tingkatan keluarga bangsawan du Noir, sehingga sekarang dia memakai nama keluarga du Noir— Eléonore seorang wanita cantik, anggun, kharismatik, dan tahu bagaimana cara seorang wanita bangsawan bersikap kala berada di depan umum. Tak pernah menyesali menikah dengan Xavier meski nampaknya pria itu hanya memanfaatkannya saja demi kepentingannya sendiri, karena yakin di lubuk hati Xavier, masih tersisa cinta untuknya. Pemikirannya tentang Muggle-lah satu-satunya yang tak bisa cocok dengan Xavier. Menurutnya, Muggle adalah makhluk yang harus dihindari sejauh-jauhnya, dan mengurangi kontak sesedikit mungkin. Muggle bagaikan sebutir kotoran di gaun indahnya. Di luar kebenciannya terhadap Muggle, Eléonore adalah ibu yang baik. Sangat memperhatikan kebahagiaan ketiga anaknya, dan tak pernah sekalipun terlihat meneteskan air mata di depan mereka.
Callista Dorian Grimaldi du Roze
Nama: Comtess Callista Dorian Grimaldi Noir du Roze (Callista: Feminine form of Callistus, Late Latin name which was derived from Greek καλλιστος (kallistos) "most beautiful"; Dorian: from the name of the ancient Greek tribe the Dorians)
Posisi di Keluarga: Anak perempuan pertama
Status Darah: Pureblood
Suku Bangsa: Perancis
Marital Status: Menikah dengan Comte Alphonse du Roze
Sifat dan latar Belakang:
Seluruh hidupnya diabadikan untuk menjaga Clémence (lebih jauh alasan kenapa Clémence amat membutuhkan penjagaan Callista, lihat latar belakang Clémence). Lugas, pemberani, benci berbohong. Gadis bangsawan terpelajar, namun jangan sepelekan kekuatannya. Menghajar siapa saja yang berani mengganggu Clémence, mengatakan sesuatu yang kira-kira akan menyakiti perasaannya. Membenci ayahnya karena semua peraturan dan rencananya tak jarang menyakiti perasaan Clémence. Juga membenci Muggle, yang menurutnya telah membuat ayahnya menjadi ambisius. Masih menganggap Rigel adik kecil yang imut, dan ini selalu membuat Rigel kesal setengah mati. Sebenarnya, dalam lubuk hati Rigel yang terdalam, dia tidak tega melihat Callista mengorbankan kehidupannya seperti itu. Rigel rela melakukan apa saja demi kebahagiaan Callista.
Menikah dengan Comte Alphonse du Roze sejak Agustus 1980 dan pindah ke Château du Roze.
Clémence Mignonette Grimaldi du Noir
Nama: Clémence Mignonette Grimaldi du Noir (Clémence: French feminine form of Clementius, which meant "merciful, gentle"; Mignonette: means "little cute one")
Posisi di Keluarga: Anak perempuan kedua
Status Darah: Pureblood
Suku Bangsa: Perancis
Marital Status: Bertunangan dengan Maximillian Morcerf
Sifat dan Latar Belakang:
Putri bangsawan yang sempurna, mungkin itu yang pertama kali terlintas saat melihat Clémence. Anggun, cantik, memesona, gerak geriknya lembut, penuh tata krama. Tak heran semua murid laki-laki di Beauxbatons mengejarnya. Sayang, tidak diiringi dengan kondisi fisik dan mental yang sehat. Tubuh Clémence sangat lemah dan gampang sakit. Bahkan dia tidak bisa tinggal terlalu lama di Inggris karena udara Inggris yang penuh polusi berakibat buruk pada kesehatan paru-parunya. Selain itu, mental Clémence amat labil. Sering histeris berlebihan, sensitif, dan perasaannya mudah terluka. Sudah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri karena tertekan dengan segala kewajiban yang dibebankan padanya oleh sang ayah, membuat sang ayah memandang Clémence dengan sebelah mata dan tidak menganggapnya ada.
Bertunangan dengan Hector Beauregarde pada November 1978. Clémence tidak menginginkan pertunangan tersebut karena tahu Hector bukanlah pria baik-baik, namun tak kuasa menolak perintah ayahnya. Januari 1979 Hector terjerat skandal berat yang mempertaruhkan seluruh aset yang dimilikinya. Februari 1979, pertunangan mereka dibatalkan. Clémence kembali bertunangan dengan Maximillian Morcerf pada Agustus 1979.
Jean-Baptiste du Noir
Nama: Jean-Baptiste du Noir (Jean-Baptiste: Combination of Jean, French form of Jehan, the Old French form of Iohannes, meaning "Yahweh is gracious"; and Baptiste, means "baptist" in French, originally deriving from Greek βαπτω (bapto) "to dip")
Posisi di Keluarga: Adik Xavier, anak kedua dari dua bersaudara.
Status Darah: Pureblood
Suku Bangsa: Perancis
Marital Status: Menikah
Esther Synnöve (Hildegard) du Noir
Nama: Esther Synnöve (Hildegard) du Noir (Esther: means "star" in Persian; Synnöve: Sweddish form of the Old English name Sunngifu, which meant "sun gift" from the Old English elements sunne "sun" and giefu "gift")
Posisi di Keluarga: Istri dari Jean-Baptiste du Noir
Status Darah: Pureblood
Suku Bangsa: Swedia
Marital Status: Menikah dengan Jean-Baptiste du Noir
Coraline Ronja du Noir
Nama: Coraline Ronja du Noir (Coraline: From the English word coral for the underwater skeletal deposits which can form reefs. It is ultimately derived (via Old French and Latin) from Greek κοραλλιον (korallion); Ronja: based on the middle portion of Juronjaure, the name of a lake in Sweden)
Tanggal Lahir: 7 April 1970
Posisi di Keluarga: Putri tunggal Jean-Baptiste
Status Darah: Pureblood
Suku Bangsa: Perancis-Swedia
[Nama -- Panggilan]: Rigel Deveraux Grimaldi du Noir -- Rigel; Amoreux - Khusus Ibu; Mon petite frère - Panggilan 'ejekan' kedua kakaknya.
[Status Darah]: Pureblood
[Tempat dan Tanggal Lahir]: Vallée de la Loire, June 5th, 1963
[Suku Bangsa Karakter]: Caucasian - France
[Asrama]: Slytherin
[Tahun Masuk Hogwarts]: 1974
[Peliharaan]: Burung hantu milik keluarga, untuk berhubungan dengan orang rumah. Tak pernah peduli apa namanya.
[Tongkat sihir]: Hawthorn, 32 cm, Hungarian Horntail's scale.
[Sapu terbang]: Tak bernama. Rigel bukan tipe anak perempuan romantis yang menamai setiap barangnya.
[Posisi di Tim Quidditch]: Nope.
Latar Belakang Keluarga
[Nama Ayah]:
Xavier Thibault du Noir - Pureblood
[Nama Ibu]:
Eléonore Margaux Grimaldi du Noir - Pureblood
[Nama Saudara]:
- Kakak pertama: Callista Dorian Grimaldi du Roze - Pureblood, 4 tahun lebih tua daripada Rigel, lulusan Akademi Sihir Beauxbatons.
- Kakak kedua: Clémence Mignonette Grimaldi du Noir - Pureblood, 2 tahun lebih tua daripada Rigel, lulusan di Akademi Sihir Beauxbatons.
- Jean-Baptiste du Noir - adik kandung Xavier. Menjalankan setengah dari bisnis milik Xavier di Perancis.
- Comte Alphonse du Roze - Suami dari Callista, Pureblood.
- Maximillian Morcerf - Tunangan Clémence, Pureblood.
[Personaliti Karakter]:
Vallée de la Loire, 5 Juni 1963. Bayi laki-laki pertama dalam keluarga Grimaldi du Noir menghirup udara dunia untuk pertama kalinya. Dilahirkan di dalam keluarga bangsawan Pureblood yang menempati strata tinggi dalam tingkatan masyarakat membentuk dirinya menjadi seorang gentleman bertatakrama tinggi, meski dia masih sedikit alergi bila berhubungan dengan rakyat jelata. Menggemari sekali Quidditch, terutama karena kegiatan lain yang bisa dilakukannya tanpa merasa cepat bosan hanyalah terbang. Hampir tiap hari Rigel berlatih terbang, serta sesekali melempar-lempar Quafffle dari jarak tertentu. Terkadang dia meminta ibunya menyihir beberapa bola golf untuk terbang sendiri sehingga bisa dia tangkap. Rigel memohon pada ayahnya agar dibelikan sapu terbang baru sebagai hadiah ulang tahunnya yang kesebelas. Di luar dugaan, Xavier mengabulkannya. Rigel amat senang sebelum akhirnya dia mencurigai tindakan Xavier ini untuk menyogok Rigel agar dia mau bersekolah di Hogwarts. Rigel kecil amat membenci Mudblood, terutama karena alasan Mudblood membuat ayahnya menjadi workaholic dan menggunakan keluarga sebagai alat. Alasan lain, karena menurutnya Mudblood serta Muggle tidak berhak tinggal di dunia sihir.
Posisi sebagai anak bungsu serta anak laki-laki satu-satunya di keluarga membuat Rigel mendapatkan porsi perhatian ayahnya lebih dari kakak-kakaknya. Sang ayah menjejali Rigel dengan berbagai macam pengetahuan, baik umum maupun tentang sihir. Terutama tentang ekonomi serta politik. Mndapat surat dari Beauxbatons juga saat dia berusia 11 tahun, namun perintah ayahnya membuat dia bersekolah di Hogwarts. Sang ayah berambisi meluaskan pasar bisnisnya hingga ke Inggris sehingga Rigel harus bersekolah di Inggris untuk mempelajari pola masyarakat dan perekonomian di Inggris. Alasan lainnya, Xavier menganggap Beauxbatons terlalu feminin untuk seorang laki-laki seperti Rigel. Xavier bahkan melarang Rigel pulang ke Perancis di liburan musim dingin dan liburan musim panas. Akhir Juli 1974, Rigel pindah ke Inggris diantar ibu dan ketiga kakaknya. Dia tak perlu menyiapkan apapun lagi, jelas. Seluruh kopernya sudah siap dipak begitu dia bangun pagi, bahkan sang ayah sudah menyiapkan rumah untuknya tinggal selama liburan. Château du Noir, puri tua yang berlokasi di Cambridgeshire. Puri itu dibeli oleh Xavier tidak lama setelah Rigel lahir, demi kelangsungan rencananya menempatkan Rigel di Inggris.
Tak ada satupun aturan sang ayah yang membuatnya nyaman. Bagaimanapun, dia tidak bisa melawan. Rigel amat menyayangi ibu dan kedua kakaknya. Baginya, mereka bertiga adalah wanita terpenting dalam hidupnya. Mungkin tekanan dari Xavier pulalah yang menyebabkan Rigel amat Protektif pada mereka bertiga. Hal yang paling tidak rela dia tinggalkan saat pindah ke Inggris, karena harus meninggalkan ibunya sendirian di Palais du Noir, istana mereka di Vallée de la Loire, Perancis. Sendirian, karena sang ayah jarang pulang. Sibuk mengurus bisnis. Rigel juga amat ingin bisa satu sekolah dengan kedua kakaknya. Dia tidak peduli dengan sekolah yang terlalu feminin atau apa. Dia hanya ingin bisa berada dekat dengan mereka, dan menggantikan Callista melindungi Clémence. Menurutnya, Callista juga berhak mencari kebahagiaannya sendiri, dan dia sebagai anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga-lah yang memiliki kewajiban melindungi seluruh keluarganya.
Karena pahamnya yang membenci Muggle dan Muggleborn, Rigel muda amat sangat berambisi untuk bergabung dengan para Pelahap Maut. Sejak dia menginjakkan kaki di Inggris, dia sudah mendengar desas desus tentang sepak terjang Lord Kau-Tahu-Siapa dan para pengikutnya. Mereka benar-benar sepaham dengan Rigel mengenai Muggle dan para Mudblood. Di Hogwarts, selain berusaha agar tidak terlalu tertinggal di kelas demi menyenangkan Xavier meski dia tidak bernafsu sekolah di sini dan menghindari para Mudblood sebisa mungkin, Rigel mencari informasi apapun mengenai para Pelahap Maut ini. Dia amat sangat lega mendapati kenyataan kalau asramanya satu-satunya asrama di Hogwarts yang menolak keberadaan Muggle serta mendukung penuh Lord Kau-Tahu-Siapa.
[Bakat dan Kekurangan]:
- Jago Quidditch, dan sempat menjadi cadangan di tim Quidditch Slytherin, namun keluar sebelum mendapat kesempatan bermain.
- Di pelajaran lain tidak begitu menonjol, karena Rigel sama sekali tidak memiliki niat belajar secara penuh. Padahal, sejak kecil dia sudah mempelajari berbagai mantera-mantera sederhana.
- Senang memperlakukan perempuan secara istimewa, terlebih apabila perlakuannya itu membuat mereka senang. Dia bersikap ramah pada semua perempuan —kecuali Muggle, meski sekarang kedewasaan membuat pola pikir Rigel berubah— dan tak jarang membuat mereka merasa tersanjung secara berlebihan.
- Sejak kecil mempelajari bahasa-bahasa di dataran Eropa.
- Bahasa yang dikuasai sangat lancar: Rusia, Italia, Perancis, Inggris, Belanda, Spanyol, dan Jerman.
- Baru menguasai dasarnya: Irlandia, Norwegia, Swedia, Bulgaria, dan bahasa di Dataran Eropa lainnya.
- Sedang mempelajari Bahasa Cina serta Jepang, dikarenakan harus berhadapan dengan klien-klien yang berasal dari kedua negara tersebut.
Keterangan Lain
- Tidak menyukai apapun yang ada di Inggris dan menganggap Bahasa Perancis sebagai bahasa paling elit, sehingga berusaha sesedikit mungkin berbicara bahasa Inggris. Tapi lama-kelamaan pertahanannya runtuh juga, karena dia tinggal di Inggris dimana tak semua orang mengerti Bahasa Perancis. Hanya pada beberapa orang tertentu Rigel masih ngotot berbahasa Perancis.
- Nilai-nilai pelajarannya hampir mendekati hancur, karena Rigel berharap dengan begitu ayahnya menyerah dan memindahkannya ke Beauxbatons. Ternyata, hal itu membuat Xavier menghukumnya dengan melarang ibu dan kedua kakak Rigel mengunjunginya saat liburan musim panas Tahun Ketiga. Rigel sadar dan berhenti pura-pura bodoh di kelas lagi demi ibu dan kedua kakaknya kembali diizinkan datang ke Inggris.
- Semakin bertambah dewasa, pola pikir Rigel semakin terbuka. Berbagai kejadian yang terjadi di sekitarnya mempengaruhi cara berpikir Rigel. Dia tidak begitu keberatan berhadapan dengan Halfblood dan Muggleborn, juga bisa sedikit bertoleransi pada Muggle asalkan mereka berguna untuknya.
- Menjadi C.E.O dari perusahaan-perusahaan yang dikelola di bawah nama keluarganya di Inggris (satu perusahaan perhiasan yang khusus untuk ekspor ke Perancis, tiga perusahaan garmen serta satu perusahaan ekspor hasil laut) sejak Januari 1980 karena Xavier tiba-tiba terserang 'penyakit'.
- Semakin dalam Rigel terlibat dalam manajemen perusahaan-perusahaannya, dia semakin memahami pola pikir Xavier yang alih-alih menyingkirkan para Muggle, lebih cenderung untuk 'memanfaatkan' serta 'memperbudak' mereka. Agak keberatan dengan sepak terjang Pelahap Maut akhir-akhir ini karena kestabilan perusahaannya terganggu sejak kondisi di Inggris terguncang berbagai teror. (Sebenarnya, kalau keuntungan serta pertumbuhan perusahaannya tidak terganggu, Rigel tidak memiliki masalah dengan sepak terjang para Pelahap Maut tersebut)
[Status Darah]: Pureblood
[Tempat dan Tanggal Lahir]: Vallée de la Loire, June 5th, 1963
[Suku Bangsa Karakter]: Caucasian - France
[Asrama]: Slytherin
[Tahun Masuk Hogwarts]: 1974
[Peliharaan]: Burung hantu milik keluarga, untuk berhubungan dengan orang rumah. Tak pernah peduli apa namanya.
[Tongkat sihir]: Hawthorn, 32 cm, Hungarian Horntail's scale.
[Sapu terbang]: Tak bernama. Rigel bukan tipe anak perempuan romantis yang menamai setiap barangnya.
[Posisi di Tim Quidditch]: Nope.
Latar Belakang Keluarga
[Nama Ayah]:
Xavier Thibault du Noir - Pureblood
[Nama Ibu]:
Eléonore Margaux Grimaldi du Noir - Pureblood
[Nama Saudara]:
- Kakak pertama: Callista Dorian Grimaldi du Roze - Pureblood, 4 tahun lebih tua daripada Rigel, lulusan Akademi Sihir Beauxbatons.
- Kakak kedua: Clémence Mignonette Grimaldi du Noir - Pureblood, 2 tahun lebih tua daripada Rigel, lulusan di Akademi Sihir Beauxbatons.
- Jean-Baptiste du Noir - adik kandung Xavier. Menjalankan setengah dari bisnis milik Xavier di Perancis.
- Comte Alphonse du Roze - Suami dari Callista, Pureblood.
- Maximillian Morcerf - Tunangan Clémence, Pureblood.
[Personaliti Karakter]:
Vallée de la Loire, 5 Juni 1963. Bayi laki-laki pertama dalam keluarga Grimaldi du Noir menghirup udara dunia untuk pertama kalinya. Dilahirkan di dalam keluarga bangsawan Pureblood yang menempati strata tinggi dalam tingkatan masyarakat membentuk dirinya menjadi seorang gentleman bertatakrama tinggi, meski dia masih sedikit alergi bila berhubungan dengan rakyat jelata. Menggemari sekali Quidditch, terutama karena kegiatan lain yang bisa dilakukannya tanpa merasa cepat bosan hanyalah terbang. Hampir tiap hari Rigel berlatih terbang, serta sesekali melempar-lempar Quafffle dari jarak tertentu. Terkadang dia meminta ibunya menyihir beberapa bola golf untuk terbang sendiri sehingga bisa dia tangkap. Rigel memohon pada ayahnya agar dibelikan sapu terbang baru sebagai hadiah ulang tahunnya yang kesebelas. Di luar dugaan, Xavier mengabulkannya. Rigel amat senang sebelum akhirnya dia mencurigai tindakan Xavier ini untuk menyogok Rigel agar dia mau bersekolah di Hogwarts. Rigel kecil amat membenci Mudblood, terutama karena alasan Mudblood membuat ayahnya menjadi workaholic dan menggunakan keluarga sebagai alat. Alasan lain, karena menurutnya Mudblood serta Muggle tidak berhak tinggal di dunia sihir.
Posisi sebagai anak bungsu serta anak laki-laki satu-satunya di keluarga membuat Rigel mendapatkan porsi perhatian ayahnya lebih dari kakak-kakaknya. Sang ayah menjejali Rigel dengan berbagai macam pengetahuan, baik umum maupun tentang sihir. Terutama tentang ekonomi serta politik. Mndapat surat dari Beauxbatons juga saat dia berusia 11 tahun, namun perintah ayahnya membuat dia bersekolah di Hogwarts. Sang ayah berambisi meluaskan pasar bisnisnya hingga ke Inggris sehingga Rigel harus bersekolah di Inggris untuk mempelajari pola masyarakat dan perekonomian di Inggris. Alasan lainnya, Xavier menganggap Beauxbatons terlalu feminin untuk seorang laki-laki seperti Rigel. Xavier bahkan melarang Rigel pulang ke Perancis di liburan musim dingin dan liburan musim panas. Akhir Juli 1974, Rigel pindah ke Inggris diantar ibu dan ketiga kakaknya. Dia tak perlu menyiapkan apapun lagi, jelas. Seluruh kopernya sudah siap dipak begitu dia bangun pagi, bahkan sang ayah sudah menyiapkan rumah untuknya tinggal selama liburan. Château du Noir, puri tua yang berlokasi di Cambridgeshire. Puri itu dibeli oleh Xavier tidak lama setelah Rigel lahir, demi kelangsungan rencananya menempatkan Rigel di Inggris.
Tak ada satupun aturan sang ayah yang membuatnya nyaman. Bagaimanapun, dia tidak bisa melawan. Rigel amat menyayangi ibu dan kedua kakaknya. Baginya, mereka bertiga adalah wanita terpenting dalam hidupnya. Mungkin tekanan dari Xavier pulalah yang menyebabkan Rigel amat Protektif pada mereka bertiga. Hal yang paling tidak rela dia tinggalkan saat pindah ke Inggris, karena harus meninggalkan ibunya sendirian di Palais du Noir, istana mereka di Vallée de la Loire, Perancis. Sendirian, karena sang ayah jarang pulang. Sibuk mengurus bisnis. Rigel juga amat ingin bisa satu sekolah dengan kedua kakaknya. Dia tidak peduli dengan sekolah yang terlalu feminin atau apa. Dia hanya ingin bisa berada dekat dengan mereka, dan menggantikan Callista melindungi Clémence. Menurutnya, Callista juga berhak mencari kebahagiaannya sendiri, dan dia sebagai anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga-lah yang memiliki kewajiban melindungi seluruh keluarganya.
Karena pahamnya yang membenci Muggle dan Muggleborn, Rigel muda amat sangat berambisi untuk bergabung dengan para Pelahap Maut. Sejak dia menginjakkan kaki di Inggris, dia sudah mendengar desas desus tentang sepak terjang Lord Kau-Tahu-Siapa dan para pengikutnya. Mereka benar-benar sepaham dengan Rigel mengenai Muggle dan para Mudblood. Di Hogwarts, selain berusaha agar tidak terlalu tertinggal di kelas demi menyenangkan Xavier meski dia tidak bernafsu sekolah di sini dan menghindari para Mudblood sebisa mungkin, Rigel mencari informasi apapun mengenai para Pelahap Maut ini. Dia amat sangat lega mendapati kenyataan kalau asramanya satu-satunya asrama di Hogwarts yang menolak keberadaan Muggle serta mendukung penuh Lord Kau-Tahu-Siapa.
[Bakat dan Kekurangan]:
- Jago Quidditch, dan sempat menjadi cadangan di tim Quidditch Slytherin, namun keluar sebelum mendapat kesempatan bermain.
- Di pelajaran lain tidak begitu menonjol, karena Rigel sama sekali tidak memiliki niat belajar secara penuh. Padahal, sejak kecil dia sudah mempelajari berbagai mantera-mantera sederhana.
- Senang memperlakukan perempuan secara istimewa, terlebih apabila perlakuannya itu membuat mereka senang. Dia bersikap ramah pada semua perempuan —kecuali Muggle, meski sekarang kedewasaan membuat pola pikir Rigel berubah— dan tak jarang membuat mereka merasa tersanjung secara berlebihan.
- Sejak kecil mempelajari bahasa-bahasa di dataran Eropa.
- Bahasa yang dikuasai sangat lancar: Rusia, Italia, Perancis, Inggris, Belanda, Spanyol, dan Jerman.
- Baru menguasai dasarnya: Irlandia, Norwegia, Swedia, Bulgaria, dan bahasa di Dataran Eropa lainnya.
- Sedang mempelajari Bahasa Cina serta Jepang, dikarenakan harus berhadapan dengan klien-klien yang berasal dari kedua negara tersebut.
Keterangan Lain
- Tidak menyukai apapun yang ada di Inggris dan menganggap Bahasa Perancis sebagai bahasa paling elit, sehingga berusaha sesedikit mungkin berbicara bahasa Inggris. Tapi lama-kelamaan pertahanannya runtuh juga, karena dia tinggal di Inggris dimana tak semua orang mengerti Bahasa Perancis. Hanya pada beberapa orang tertentu Rigel masih ngotot berbahasa Perancis.
- Nilai-nilai pelajarannya hampir mendekati hancur, karena Rigel berharap dengan begitu ayahnya menyerah dan memindahkannya ke Beauxbatons. Ternyata, hal itu membuat Xavier menghukumnya dengan melarang ibu dan kedua kakak Rigel mengunjunginya saat liburan musim panas Tahun Ketiga. Rigel sadar dan berhenti pura-pura bodoh di kelas lagi demi ibu dan kedua kakaknya kembali diizinkan datang ke Inggris.
- Semakin bertambah dewasa, pola pikir Rigel semakin terbuka. Berbagai kejadian yang terjadi di sekitarnya mempengaruhi cara berpikir Rigel. Dia tidak begitu keberatan berhadapan dengan Halfblood dan Muggleborn, juga bisa sedikit bertoleransi pada Muggle asalkan mereka berguna untuknya.
- Menjadi C.E.O dari perusahaan-perusahaan yang dikelola di bawah nama keluarganya di Inggris (satu perusahaan perhiasan yang khusus untuk ekspor ke Perancis, tiga perusahaan garmen serta satu perusahaan ekspor hasil laut) sejak Januari 1980 karena Xavier tiba-tiba terserang 'penyakit'.
- Semakin dalam Rigel terlibat dalam manajemen perusahaan-perusahaannya, dia semakin memahami pola pikir Xavier yang alih-alih menyingkirkan para Muggle, lebih cenderung untuk 'memanfaatkan' serta 'memperbudak' mereka. Agak keberatan dengan sepak terjang Pelahap Maut akhir-akhir ini karena kestabilan perusahaannya terganggu sejak kondisi di Inggris terguncang berbagai teror. (Sebenarnya, kalau keuntungan serta pertumbuhan perusahaannya tidak terganggu, Rigel tidak memiliki masalah dengan sepak terjang para Pelahap Maut tersebut)
Labels: profile
Subscribe to:
Posts (Atom)




